Pernah nggak sih kamu masuk kelas fisika, matematika, atau komputer terus sadar kalau cewek di situ bisa dihitung jari? Atau mungkin kamu sendiri pernah denger komentar kayak, “Ngapain sih cewek belajar teknik? Ribet nanti!” atau “Sains itu buat cowok, cewek mah lebih cocok di sosial.” Nah, data UNESCO bilang, cuma sekitar 30% peneliti di dunia itu perempuan, dan di Indonesia? Angkanya lebih rendah lagi, kurang dari 30%! Padahal, sebenarnya banyak banget Pahlawan STEM (Science, Technology, Engineering, Math) dari perempuan Indonesia yang jago dan berprestasi di bidang ini, tapi sayangnya nama-nama mereka sering kepotret dari buku sejarah atau jarang dapat sorotan.
Nah, artikel ini bakal kasih kamu semangat baru dengan memperkenalkan para perempuan tangguh Indonesia yang udah membuktikan: STEM bukan cuma buat cowok! Mereka nggak cuma pinter-pinter banget, tapi juga berani banget nembus batasan dan jadi pionir buat generasi berikutnya. Yuk, kenalan lebih dekat!
Contents
Era Kolonial: Pahlawan STEM Perempuan Pertama yang Nembus Batas
Bayangkan hidup di jaman kolonial, di mana perempuan bahkan nggak boleh sekolah tinggi, apalagi jadi dokter atau ilmuwan. Tapi beberapa perempuan hebat nekad buat melawan arus!
1. Marie Thomas: Dokter Perempuan Pertama Indonesia
Marie Thomas adalah lulusan pertama perempuan STOVIA (sekolah kedokteran zaman Belanda) di tahun 1922. Bayangkan betapa beratnya, dia cuma satu-satunya cewek di kelas full cowok, dan bahkan awalnya STOVIA nggak terima murid perempuan!
Tapi berkat dukungan dari Aletta Jacobs (dokter perempuan Belanda) dan organisasi perempuan waktu itu, Marie akhirnya bisa masuk. Setelah lulus, dia buka jalan buat perempuan lain di dunia medis, bahkan mendirikan sekolah kebidanan pertama di Indonesia. Salut banget, kan?
2. Kartini: Bukan Cuma Soal Emansipasi, Tapi Juga Sains!
Kita tahu Kartini sebagai pejuang emansipasi, tapi tahukah kamu kalau dia juga kepo banget sama sains? Di surat-suratnya, Kartini nulis:
“Perempuan harus bisa belajar ilmu alam, matematika, dan teknologi, bukan cuma masak dan menjahit!”
Dia pengen perempuan melek pengetahuan, biar nggak terus-terusan dianggap “lemah” atau cuma jadi pelengkap. Sayangnya, dia meninggal muda sebelum bisa mewujudkan impiannya bikin sekolah sains untuk perempuan.
3. Raden Dewi Sartika: Pendidikan Dasar untuk Perempuan
Dewi Sartika nggak langsung masuk STEM, tapi dia bikin sekolah khusus perempuan di Bandung tahun 1904. Di sana, dia ngajarin baca-tulis, berhitung, dan pengetahuan umum yang jadi fondasi buat perempuan buat lanjut ke sains dan teknologi.
Tantangan di Jaman Kolonial
Bayangkan betapa susahnya jadi perempuan STEM waktu itu:
- Diskriminasi: Sekolah tinggi nggak buka pintu untuk cewek.
- Stereotip: “Ngapain cewek belajar fisika? Nanti juga di dapur!”
- Minimnya Role Model: Hampir nggak ada contoh perempuan di STEM buat jadi inspirasi.
Tapi mereka tetep maju, dan berkat perjuangan mereka, generasi setelahnya bisa lebih mudah.
Pasca-Kemerdekaan: Perempuan STEM Membangun Bangsa
Setelah Indonesia merdeka, perempuan mulai lebih banyak terlibat di dunia sains dan teknologi, meskipun tetap harus berjuang ekstra.
1. Prof. Dr. Yohana Yembise: Perempuan Papua Pertama yang Jadi Profesor
Yohana adalah ahli linguistik yang jadi menteri pertama asal Papua. Dia aktif banget dorong pendidikan inklusif, termasuk buat perempuan di pedalaman biar bisa belajar teknologi.
2. Prof. Dr. Pratiwi Sudarmono: Ahli Mikrobiologi dan Calon Astronot Indonesia
Pratiwi adalah ilmuwan mikrobiologi yang pernah dipilih sebagai calon astronot NASA dalam misi STS-61-H tahun 1986. Meski misinya batal karena kecelakaan Challenger, Pratiwi tetap menjadi simbol perempuan Indonesia yang mampu menembus batas dunia sains dan teknologi internasional
3. Prof. Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih: Dokter & Peneliti Handal
Endang pernah jadi Menteri Kesehatan dan aktif riset penyakit menular. Dia juga dorong penggunaan teknologi di dunia kesehatan, kayak sistem data buat lacak wabah.
Pencapaian Mereka
Mereka nggak cuma pintar di akademik, tapi juga bantu bangun kebijakan yang mendukung perempuan di STEM. Tanpa mereka, mungkin sekarang partisipasi perempuan di sains dan teknologi bakal lebih tertinggal.
Generasi Milenial: Perempuan STEM Masa Kini yang Keren Abis
Sekarang, makin banyak perempuan muda yang nggak cuma masuk STEM, tapi juga jadi inspirasi buat yang lain!
1. Dr. Premana Premadi: “Nenek Astrofisika” Indonesia
Suka liat bintang-bintang? Premana adalah astrofisikawan yang aktif bikin astronomi jadi seru dan mudah dipahami. Dia juga mentor buat banyak cewek muda yang pengen jadi ilmuwan. Dia juga aktif banget ngajarin sains ke anak-anak!
2. Dr. Intan Suci Nurhati: Ahli Paleoklimatologi dan Peneliti BRIN
Intan tuh ahli paleoklimatologi BRIN yang sering jadi wakil Indonesia di forum internasional. Penelitiannya tentang perubahan iklim super penting buat masa depan kita!
Gerakan Perempuan STEM Masa Kini
Mereka aktif di bidang riset, pendidikan, dan advokasi STEM, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda perempuan Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa perempuan bisa berkontribusi besar di bidang yang selama ini didominasi laki-laki.
Tantangan yang Masih Ada
Meski udah banyak kemajuan, perempuan di STEM masih sering hadapi:
- Stereotip: “Cewek nggak cocok di teknik, ribet nanti!”
- Minimnya Role Model: Masih jarang sosok perempuan STEM di media.
- Bias di Dunia Kerja: Banyak cerita perempuan insinyur yang diemin-in di lapangan, atau peneliti yang susah dapet dana riset
💡 Gimana Kita Bisa Bantu?
Untuk Kamu:
- Ikut komunitas STEM yang support perempuan.
- Edukasi diri & orang sekitar bahwa sains dan teknologi bukan cuma buat cowok.
- Dukung temen cewek yang pengen belajar coding, robotik, atau riset.
Untuk Pemerintah & Kampus:
- Bikin beasiswa khusus perempuan di STEM.
- Sediakan program mentorship biar mereka punya panutan.
- Hilangkan bias gender di dunia kerja dan riset.
Dari Marie Thomas sampai Intan perempuan Indonesia udah tunjukkin bahwa STEM bukan cuma dunia cowok. Mereka berjuang, berkarya, dan menginspirasi, sekarang tergantung kita buat nerusin perjuangan mereka.
Siapa tau, kamu jadi pahlawan STEM berikutnya? 💪
📣 Yuk, share artikel ini biar makin banyak yang terinspirasi!
💬 Siapa idolamu di dunia STEM?
Baca informasi lainnya di Daripada GABUT, Mending PINTAR!: Sains Gabut, Sejarah Asik, dan Paham Psikologi