Pernah nggak sih, lihat anak tantrum di mall karena es krimnya jatuh, atau guling-gulingan di lantai saat keinginannya nggak dituruti? Tenang, anak ngamuk kek gitu itu normal, kok! Tapi sebagai orang tua, kita pasti pengin bisa bantu anak kelola emosinya dengan baik. Nah, penelitian psikologi ternyata punya solusi simpel: ‘mengisi baterai kasih sayang’ anak lewat love language!
Di artikel ini, kita bakal kupas 5 cara ilmiah berdasarkan power of love language (bahasa cinta) yang bisa bantu redakan amukan, plus tips praktis buat langsung dicoba. Simak sampai habis, ya!
Contents
Kenapa Anak Suka Tantrum? Ini Penjelasan Sederhananya
Pernah nggak sih, lihat anak tiba-tiba marah besar hanya karena minumannya tumpah atau sepatunya sulit dipakai? Sebenarnya, tantrum/ngamuk bukan tanda anak nakal atau kurang ajar, melainkan karena mereka belum bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata.
Bayangkan kamu lagi frustrasi banget karena laptop hang saat kerjaan deadline, tapi nggak bisa ngomong atau ngetik. Kira-kira, kamu bakal ngapain? Mungkin teriak, melempar mouse, atau bahkan nangis. Nah, begitulah kira-kira yang dirasakan anak-anak!
Fakta ilmiahnya:
- Otak anak, terutama bagian prefrontal cortex (yang ngatur emosi dan logika), masih belum matang sampai usia sekitar 4–5 tahun.
- Fakta menarik dari penelitian Pediatrics in Review (2022):
- Ternyata, tantrum itu wajar banget buat anak-anak! Ini bagian dari proses mereka belajar ngerti perasaan sendiri dan cara menghadapi dunia.
- Bayangin aja, saat anak capek, laper, atau bingung, mereka belum bisa ngomongin perasaannya kayak orang dewasa. Alhasil, emosinya meledak jadi teriakan, tangisan, atau guling-guling di lantai. Itu cara mereka “ngomong” kalau lagi kesel!
- Jadi, santai aja—tantrum bukan berarti anak nakal, tapi tanda mereka masih belajar.
Jadi, ketika anak merasa lelah, lapar, frustrasi, atau bingung, mereka belum punya “alat komunikasi” yang cukup. Jadilah, emosinya meledak dalam bentuk teriakan, tangisan, atau bahkan memukul.
Love Language: “Baterai Kasih Sayang” yang Bisa Redakan Tantrum
Konsep love language (bahasa cinta) pertama kali dipopulerkan oleh Gary Chapman untuk hubungan pasangan. Tapi ternyata, ini juga bisa dipakai untuk anak-anak!
Ibaratnya, setiap anak punya “baterai kasih sayang” yang harus terus diisi. Kalau baterainya kosong (low batt), mereka gampang rewel dan ngamuk. Nah, love language adalah cara mengisi baterai itu.
Ada 5 jenis love language yang bisa kita gunakan:
- Kata-kata afirmasi (words of affirmation)
- Waktu berkualitas (quality time)
- Sentuhan fisik (physical touch)
- Tindakan pelayanan (acts of service)
- Hadiah (gifts)
Setiap anak punya 1–2 bahasa cinta yang dominan. Kalau kita bisa mengenalinya dan mengisi “baterai”-nya dengan tepat, ngamuk bisa jauh berkurang!
5 Solusi Ilmiah Atasi Tantrum dengan Love Language
🔋 Solusi 1: Kata-kata Ajaib yang Bikin Anak Tenang (Words of Affirmation)
Anak sering ngamuk karena merasa nggak didengar atau dimengerti. Coba deh, saat mereka mulai rewel, ucapkan kalimat sederhana seperti:
- “Adek marah ya? Ibu ngerti kok…”
- “Wah, Adek kesal banget ya karena es krimnya jatuh?”
Kenapa ini ampuh?
- Penelitian menunjukkan bahwa afirmasi positif membantu perkembangan otak anak, terutama dalam membangun rasa aman dan percaya diri.
- Kata-kata lembut bisa menurunkan hormon stres (kortisol) dan meningkatkan hormon bahagia (oksitosin).
Tips praktis:
- Hindari kalimat seperti “Jangan cengeng!” atau “Diam dong!”, itu malah bikin anak makin kesal.
- Gunakan nada suara yang tenang, bahkan jika kita sendiri sedang kesal.
🔋 Solusi 2: Hadir Sepenuhnya, Ngamuk Reda (Quality Time)
Anak sering ngamuk karena merasa diabaikan. Coba deh, luangkan 10 menit full tanpa gadget untuk bermain atau ngobrol dengan mereka.
Fakta menarik:
- Studi dari APA PsycNet membuktikan bahwa anak yang rutin dapat one-on-one time dengan orang tua jarang ngamuk dan lebih bisa mengontrol emosi.
- Aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama atau menggambar bisa bikin anak merasa dicintai.
Contoh penerapan:
- “Ayo, sekarang waktunya main puzzle sama Bunda! HP Bunda silent dulu ya.”
- “Kita masak kue bareng, Adek yang aduk adonannya!”
🔋 Solusi 3: Pelukan = “Tombol Reset” Emosi Anak (Physical Touch)
Saat anak mulai rewel, coba peluk mereka erat selama 20 detik. Ini bukan cuma bikin hangat, tapi juga efektif menenangkan secara ilmiah!
Kenapa sentuhan penting?
- Skin hunger: Anak butuh sentuhan fisik untuk merasa aman.
- Pelukan melepaskan oksitosin (hormon cinta) dan menurunkan kortisol (hormon stres).
Tips:
- Peluk anak sebelum amukan meledak, bukan setelahnya.
- Sentuhan lembut di punggung atau usapan kepala juga bisa membantu.
🔋 Solusi 4: Bantu Saat Frustrasi (Acts of Service)
Contoh: Saat anak ngambek karena tidak bisa memakai sepatu, jangan langsung mengambil alih. Sebaliknya, bantu dengan sabar:
- “Ayo, Ibu bantu pegangin talinya, Adek yang ikatkan.”
Manfaatnya:
- Anak belajar bahwa orang tuanya selalu siap membantu, bukan menghakimi.
- Mengurangi rasa frustrasi yang memicu amukan.
🔋 Solusi 5: Hadiah Simbolik, Bukan Suap (Gifts)
Hadiah nggak harus mahal! Bisa berupa benda kecil bermakna, seperti:
- “Ini batu kesayangan Ibu, Adek boleh pegang kalau lagi sedih ya.”
Bedakan:
- ❌ Bribery (suap): “Kalau diam, nanti Ibu beliin coklat!”
- ✅ Symbolic love: “Ibu kasih boneka ini supaya Adek ingat Ibu selalu sayang.”
Cara Menerapkan Love Language Sehari-hari
- Amati love language dominan anak: Apakah mereka paling senang dipeluk (physical touch) atau diajak ngobrol (words of affirmation)?
- Saat anak ngamuk, jangan langsung marah. Coba dekati dengan bahasa cinta mereka.
- Gabungkan beberapa teknik: Misalnya, pelukan + kata-kata menenangkan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua
- ❌ Membentak atau mengancam (“Awas ya, kalau nangis lagi!”) → malah memperparah.
- ❌ Mengabaikan bahasa cinta anak → mereka merasa tidak dipahami.
- ✅ Solusinya: Tetap tenang, konsisten, dan penuh empati.
Dengan kekuatan bahasa cinta tantrum bukan lagi musuh, tapi kesempatan untuk mengajarkan anak tentang perasaan. Ketika mereka merasa dicintai dan dimengerti, emosinya akan lebih stabil.
🎯 Tantangan untukmu:
Coba 1 solusi hari ini yanga misalnya, peluk anak saat mereka mulai rewel. Lihat bedanya!💖
Dengan pendekatan ini, semoga rumahmu lebih tenang dan penuh cinta! 😊
Baca informasi lainnya di Daripada GABUT, Mending PINTAR!: Sains Gabut, Sejarah Asik, dan Paham Psikologi